Tampilkan postingan dengan label Attitude Moklet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Attitude Moklet. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2012

Maksimalkan kelebihan dan kekurangan yang kita punya

Seekor kura-kura terlihat sedang berjalan sendirian di tepi hutan, ia berjalan lamban dan kurang bersemangat. Rupanya ia iri dengan kemampuan si Rusa yang bisa berlari cepat sedangkan ia hanya bisa berjalan lamban sekali. Si rusa mengabarkan bahwa si Raja Hutan sedang kelaparan dan ingin memangsa siapa saja yang ditemuinya. Melihat si Kura-Kura yang lamban ia mengatakan, wah kalo si Raja Hutan bertemu denganmu pasti kamu akan menjadi santapannya, karena berlari saja kamu tidak mampu. Mendengar perkataan si Rusa maka Kura-Kura pun minta tolong untuk diajarkan bagaimana cara berlari cepat sehingga bisa terhindar dari ancaman si Raja Hutan.

Rusapun mengajarkan cara berlari yang cepat untuk menghindar dari terkaman si Raja Hutan. Kura-kura belajar siang dan malam tanpa lelah, namun meskipun berusaha sekeras mungkin tetap saja ia berlari tidak secepat rusa.


Suatu hari, tanpa sengaja si Kura-Kura bertemu dengan si Raja Hutan. Melihat si Raja Hutan yg sedang kelaparan dan siap memangsanya, si Kura-Kura berlari secepat yg ia bisa, namun jalan si Kura-Kura terlihat malah aneh dan si Raja Hutan malah tertarik untuk menangkapnya. Ia pun menangkap dan mempermainkan si Kura-Kura dengan cakarnya yg tajam. Akhirnya si Kura-Kura pasrah dan menarik seluruh anggota tubuhnya ke dalam tempurung sambil berdiam diri menunggu eksekusi si Raja Hutan.


Si Raja hutan berusaha dengan segala cara untuk menghancurkan tempurung Kura-Kura dengan kukunya yang tajam, dan dengan gigitan-gigitannya, namun tempurung itu sangat kuat, kokoh laksana baja. Akhirnya si Raja Hutan menyerah dan meninggalkan Kura-Kura bersama tempurungnya.


Kejadian itu rupanya diamati oleh seekor monyet yang ada di atas pohon. Si Monyet memberitahu Kura-Kura bahwa ia selamat dan si Raja Hutan telah meninggalkannya dengan frustasi. Beruntung kamu Kura-Kura karena kamu mempunyai tempurung yang kuat sebagai pelindungmu, tanpa harus berssusah payah untuk lari atau memanjat pohon seperti kami, ujar si Monyet.


Demikianlah
setiap makhluk mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing sebagaimana diri kita. Janganlah terlalu fokus pada kelebihan orang lain, sampai anda melupakan untuk memaksimalkan kelebihan yang anda punya. Bersyukurlah atas apa yang kita punya dan jangan hanya memikirkan kelemahan diri kita, tetapi di balik kelemahan pasti ada kelebihan yang orang lain belum tentu punya.




Jumat, 10 Februari 2012

Memulai Kebajikan Walaupun Kecil :D

 Ketika fajar menyingsing, seorang lelaki tua berjalan-jalan dipinggir pantai sambil menikmati angin laut yang segar menerpa bibir pantai. Di kejauhan dilihatnya seorang anak sedang memungut bintang laut dan melemparkannya kembali ke dalam air.
Setelah mendekati anak itu, lelaki tua itu bertanya heran, “Mengapa engkau mengumpulkan dan melemparkan kembali bintang laut itu ke dalam air?” “Karena bila dibiarkan hingga matahari pagi datang menyengat, bintang laut yang terdampar itu akan segera mati kekeringan, “Jawab si kecil itu.
“Tapi pantai ini luas dan bermil-mil panjangnya,” Kata lelaki tua itu sambil menunjukkan jarinya yang mulai keriput ke arah pantai pasir yang luas itu. “Lagi pula ada jutaan bintang laut yang terdampar. Aku ragu apakah usahamu itu sungguh mempunyai arti yang besar,” Lanjutnya penuh ragu.
Anak itu lama memandang bintang laut yang ada di tangannya tanpa berkata sepatahpun. Lalu dengan perlahan ia melemparkannya ke dalam laut agar selamat dan hidup.” kemudian dengan tersenyum pada lelaki tua itu, ia berkata “Aku membuat perubahan untuk satu hal. Satu Tindakan Sebuah kebaikan yang sederhana dapat membuat sebuah perubahan untuk keluargamu, temanmu, bahkan untuk wajah wajah asing yang kadang tidak kita kenal”. Saya yakin usahaku sungguh memiliki arti yang besar sekurang-kurangnya bagi yang satu ini.” Kata si kecil itu.
Pesan Moral : kadang kadang, kita selalu merasa tidak bisa berbuat apa apa seperti layaknya anak kecil itu, namun walaupun itu cuma tindakan kebaikan sederhana, tapi membuat begitu banyak perbedaan untuk Bintang laut itu sendiri
Ketika anda memberikan sedikit senyuman untuk orang lain, baik itu keluarga anda, teman anda ataupun orang asing yang anda temui, anda telah membuat perbedaan besar bagi mereka.
Tindakan kecil yang sederhana dapat membuat perbedaan besar kepada seseorang yang sedang membutuhkan. Menyelamatkan Bintang laut adalah sedikit aksi yang membuktikan kebenaran itu
Kita sering mendambakan untuk melakukan sesuatu yang besar, namun sering kali kita lupa bahwa yang besar itu sering dimulai dengan sesuatu yang kecil. Mulailah berbuat kebajikan pada hal-hal kecil, maka engkau akan diberi dalam hal-hal besar.



Selasa, 17 Januari 2012

Sandaran Masa Depan?


Alkisah, ada seorang anak yang bertanya pada ibunya, “Ibu, temanku tadi cerita kalau ibunya selalu membiarkan tangannya sendiri digigit nyamuk sampai nyamuk itu kenyang supaya ia tak menggigit temanku. Apa ibu juga akan berbuat yang sama?”
Sang ibu tertawa dan menjawab terus terang, “Tidak. Tapi, Ibu akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam supaya tidak sempat menggigit kamu atau keluarga kita.”
Mendengar jawaban itu, si anak tersenyum dan kembali meneruskan kegiatan bermainnya. Tak berapa lama kemudian, si anak kembali berpaling pada ibunya. Ternyata mendadak ia teringat sesuatu. “Terus Bu, aku waktu itu pernah dengar cerita ada ibu yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan kenyang. Kalau ibu bagaimana?” Anak itu mengajukan pertanyaan yang hampir sama.
Kali ini sang Ibu menjawab dengan suara lebih tegas, “Ibu akan bekerja keras agar kita semua bisa makan sampai kenyang. Jadi, kamu tidak harus sulit menelan karena melihat ibumu menahan lapar.”
Si anak kembali tersenyum, dan lalu memeluk ibunya dengan penuh sayang. “Terimakasih, Ibu. Aku bisa selalu bersandar pada Ibu.”
Sembari mengusap-usap rambut anaknya, sang Ibu membalas, “Tidak, Nak! Tapi Ibu akan mendidikmu supaya bisa berdiri kokoh di atas kakimu sendiri, agar kamu nantinya tidak sampai jatuh tersungkur ketika Ibu sudah tidak ada lagi di sisimu. Karena tidak selamanya ibu bisa mendampingimu.”
Ada berapa banyak orangtua di antara kita yang sering kali merasa rela berkorban diri demi sang buah hati? Tidak sadarkah kita bahwa sikap seperti itu bisa menumpulkan mental pemberani si anak?
Jadi, adalah bijak bila semua orangtua tidak hanya menjadikan dirinya tempat bersandar bagi buah hati mereka, melainkan juga membuat sandaran itu tidak lagi diperlukan di kemudian hari. Adalah bijak jika para orangtua membentuk anak-anaknya sebagai pribadi mandiri kelak di saat orangtua itu sendiri tidak bisa lagi mendampingi kita.






Rabu, 11 Januari 2012

Pantaskah Anda Mengeluh??

Pantaskah anda mengeluh? Padahal anda telah dikaruniai sepasang lengan yang kuat untuk mengubah dunia. Layakkah anda berkeluh kesah? Padahal anda telah dianugerahi kecerdasan yang memungkinkan anda untuk membenahi segala sesuatunya.
Apakah anda bermaksud untuk menyia-nyiakan semuanya itu? lantas menyingkirkan beban dan tanggung jawab anda? Janganlah kekuatan yang ada pada diri anda, terjungkal karena anda berkeluh kesah. Ayo tegarkan hati anda. Tegakkan bahu. Jangan biarkan semangat hilang hanya karena anda tidak tahu jawaban dari masalah anda tersebut.
Jangan biarkan kelelahan menghujamkan keunggulan kamu. Ambillah sebuah nafas dalam-dalam. Tenangkan semua alam raya yang ada dalam benak anda. Lalu temukan lagi secercah cahaya dibalik awan mendung. Dan mulailah ambil langkah baru.
Sesungguhnya, ada orang yang lebih berhak mengeluh dibanding anda. Sayangnya suara mereka parau tak terdengar, karena mereka tak sempat lagi untuk mengeluh. Beban kehidupan yang berat lebih suka mereka jalani daripada mereka sesali. Jika demikian masihkan anda lebih suka mengeluh daripada menjalani tantangan hidup ini?



Sabtu, 10 Desember 2011

Motivasi kehidupan :)

Sedikit mau cerita waktu aku kemarin pelajaran..
Gurunya ngasih banyak motivasi tentang kehidupan,..

Kata Guruku beliau memiliki tips 3 poin tentang bagaimana kita menjalani kehidupan yang sesuai dengan tujuan hidup kita sendiri..
 
Poin pertama :
Tuhan Tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umatnya .
jadi,dalam mendapatkan masalah, kita semestinya tak boleh mengeluh,
tetap berusaha dan berdo'a kepada tuhan , tuhan juga akan mengerti kita sebagai umatnya yang senantiasa meminta pertolongan, maka dari itu Tuhan Tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umatnya .
 itu adalah ujian kita bahwa jika kita sedang diatas apakah masih ingat pula kepada Tuhan kita?


Poin kedua :
Fokus Pada Solusi, bukan masalah.
jadi,jika menghadapi masalah, kita harus fokus terhadap solusi masalah, dan mencari solusi tersebut agar mendapatkan pencapaian terselesainya masalah. Terkadang kita bingung dalam menghadapi masalah, 
sikap tersebut sebaiknya tidak kita teruskan,cobalah berfikir kritis agar mampu menselaraskan keadaan dan dapat mengendalikan masalah , jadi bukan masalah yang mengendalikan kita, namun masalah yang kita kendalikan..:D


Poin ketiga : 
Merendahkan sedikit Ego.
Kita hidup tidak sendiri, kita akan selalu membutuhkan orang lain. Begitu seterusnya, hubungan timbal balik antar sesama manusia ini sangat membantu dalam menyelesaikan persoalan hidup masing-masing individu.
Begitupun dalam keseharian kita,masalah yang rumit membutuhkan solusi yang tepat, dalam pencapaian solusi kita harus merendahkan sedikit ego agar apa yang kita fikirkan semata untuk kebaikan bersama ,jadi berfikirlah secara kritis dan jangan terlalu meninggikan ego :D


Menurutku, semua poin2 diatas tersebut bermanfaat untuk kita,terimakasih untuk guru yang bersangkutan,karena motivasinya sangat membangun :D




Makasih udah baca sedikit ceritaku ini :D semoga bermanfaat :))

Minggu, 04 Desember 2011

Bersikap Dewasa

Ngomongin tentang sikap kedewasaan emang banyak pendapat yang muncul :D
sedikit survei tentang apa sih pendapat-pendapat mokleters tentang bersikap dewasa :

1. Ghea Safferina Adany
"dewasa menurutku mengambil keputusan dengan sebijaksana mungkin"

2. Novi Irawan
"dewasa menurutnya bersikap seadanya dan gk terlalu norak"

3. Papilaya Lugita
"dewasa ? bisa menyikapi orang lain
dari berbagai sisi trus bisa mengendalikan diri :) "

4. Dian Suryo Aji
"dewasa menurutnya ya tau diri di mana kita ber ada gak
mandang sesuatu dari 1 sisi aja"

5. Aji Sukma Sejati
menurutnya dewasa itu :
"ya bisa mengelola perasaan dengan baik . .
tidak kekanak kanakan. . . :D
#gak gampang menangis
#gak gampang marah . . .
#gak gampang cemburu
yang paling penting
#BERTANGGUNG JAWAB . .. :D "

6. Niko Satria Rachmadinata
"Bijak dalam mengambil keputusan dan Bersikap juga, itu dewasa "

7. Dyma Rista
"dewasa pada intinya gag kekanak"kanakan"

8. Putri Wahitta Permatasari
"dewasa itu jika kamu berbuat kesalahan harus bisa menghadapinya dan jangan menghindarinya,
terus kalau ada mslah harus bisa menghadapi dn bersikap bijaksana"


9. Yullyo Candra
"Dewasa itu :
~Ya... kita harus dpt mengontrol emosi
~Kamu harus santun & ga clometan dalam berbicara
~Kamu harus bisa memanage waktu belajar & main mu

Itu tadi beberapa pendapat dari teman-teman saya mengenai BERSIKAP DEWASA , kalau menurutku bersikap dewasa itu adalah siap dan bijak, jika kita tidak siap dalam menghadapi sesuatu masalah,
maka kita akan mudah goyah dan selalu mengandalkan pikiran dari orang lain, sedangkan bijak adalah
mampu mengambil keputusan yang terbaik bagi kita dan orang lain.

Secara lahiriah, pastinya semua orang akan mengalami yang namanya keDEWASAan dalam hal umur. Namun, dalam kenyataannya adalah umur tidak bisa menentukan kedewasaan seseorang. Tidak bisa dibilang untuk menjadi orang Dewasa adalah Gampang. Menjadi seorang yang dewasa membutuhkan sebuah proses pendesaan yang matang. Namun, tidak bisa kita pungkiri bahwa menjadi dewasa bukanlah pilihan tetapi keharusan untuk hidup lebih baik dari sebelumya.


Nah,itu tadi topik tentang Bersikap Dewasa, jadi TUA ITU PASTI,TAPI DEWASA ITU PILIHAN :D


THANKS UDAH BACA , SEMOGA BERMANFAAT :D

Minggu, 27 November 2011

SIKAP :)

Sikap menentukan keberhasilan karir seseorang.
Jika seseorang memiliki sikap dan perilaku yang baik,maka akan tercemin pribadi yang sejati :)
menurut saya sikap adalah suatu hal yang harus dilakukan dalam berbagai hal
sikap yang baik, mencerminkan kepribadian yang teguh :)

berikut cara untuk mempunyai sikap yang baik :
1. menuju otak yang seimbang
Menyeimbangkan IQ dan EQ memang bukanlah perkara mudah. Namun, sepanjang itu telah diniatkan, hal tersebut tidak terlalu sulit. Gaya hidup sehat, sudah sejak lama diketahui dapat membangun kecerdasan emosional. hal ini sejalan dengan inti pengendalian emosi, yaitu keseimbangan, termasuk keseimbangan anatara kesehatan fisik dan mental. 

2. Pendidikan yang baik
Sekolah telah menyediakan serangkaian materi untuk mendidik seorang anak hingga dewasa termasuk perkembangan dirinya. Namun, tanggung jawab pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah. Kunci menuju pendidikan yang baik adalah keterlibatan orang dewasa yaitu orang-tua yang penuh perhatian. Jika orang-tua terlibat langsung dalam pendidikan anak-anak di sekolah, maka prestasi anak tersebut akan meningkat. Setiap siswa yang berprestasi dan berhasil menamatkan pendidikan dengan hasil baik selalu memiliki orang-tua yang selalu bersikap mendukung.

Itulah salah satu cara untuk membangun sikap yang baik :))


BERSIKAP BAIK MENUNTUN SESEORANG MENUJU SUKSES :D


Minggu, 18 September 2011

Proses Pembentukan Sikap

Mengapa orang Jawa memiliki sikap ”kemayu, lembut, sopan dll” dan bertingkah laku yang sering kali berbeda dengan sikapnya ? Bagaimana proses pembentukan sikap itu sendiri ? Para Psikolog Sosial menyakini bahwa sikap adalah hasil dari proses belajar. Sebagian besar psikolog sosial memfokuskan perhatiannya pada bagaimana pembentukan sikap. Namun demikian hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sikap dapat dipengaruhi oleh orang tua kepada anaknya yakni bersifat genetik (Baron, 2003).
Proses pembentukan sikap menurut Baron terjadi dengan sistem adopsi dari orang lain yakni melalui satu proses yang disebut proses pembelajaran sosial. Dalam proses inipun dilalui dalam beberapa proses lainnya antara lain :

1. Classical conditioning adalah Bentuk dasar dari pembelajaran di mana satu stimulus, yang awalnya netral menjadi memiliki kapasitas untuk membangkitkan reaksi melalui rangsangan yang berulang kali dengan stimulus lain. Dengan kata lain satu stimulus menjadi sebuah tanda bagi kehadiran stimulus lainnya (Robert A Baron, 2003). Dalam proses ini seorang anak yang awalnya biasa saja menyaksikan Ibunya bersikap marah terhadap suku bangsa tertentu namun karena sikap sang Ibu tersebut dilakukan berulang kali maka terjadilah proses classical conditioning pada diri sang anak. Sang anak yang awalnya netral menjadi ter-stimulasi untuk bersikap negatif seperti yang dilakukan Ibunya. Dalam hal ini anak memperlajari bagaimana bersikap dari orang terdekatnya.

2. Instrumental conditioning adalah Bentuk dasar dari pembelajaran di mana respon yang menimbulkan hasil positif atau mengurangi hasil negarif yang diperkuat (Robert A Baron, 2003). Dalam proses ini kita bisa mengambil contoh anak yang tidak memahami apa-apa tentang partai politik misalnnya maka akan bersikap sama dengan orang tuanya. Dalam perspektif behavior, tingkah laku sang anak adalah buah dari reinforcement. Dengan memberikan senyuman, pujian atau hadiah kepada anak yang telah melakukan dukungan kepada salah satu partai politik (padahal ia baru berusia 3 tahun) seperti yang menjadi dambaan orang tuanya maka akan membentuk sikap anak sama dengan sikap orang tuanya tersebut. Proses adopsi sikap seperti ini dinamakan instrumental condioning.

3. Pembelajaran melalui observasi adalah Salah satu bentuk belajar di mana individu mempelajari tingkah laku atau pemikiran baru melalui observasi terhadap orang lain (Robert A Baron, 2003). Proses ini terjadi hanya dengan memperhatikan tingkah laku orang lain. Contohnya seorang anak yang melihat ayahnya memukul Ibunya maka sikap dan perbuatan tersebut akan menurun pada anaknya meski sang ayah melarang anaknya melakukan kekerasan kepada siapapun. Dalam hal ini sang anak seringkali belajar apa yang dilakukan orang tuanya, bukan apa yang dikatakan oleh orang tuanya.

4. Perbandingan Sosial adalah Proses di mana kita membandingkan diri kita dengan orang lain untuk menentukan apakah pandangan kita terhadap kenyataan sosial benar atau salah (Robert A Baron, 2003). Dalam proses ini kita bisa melihat bagaimana anggota masyarakat menentukan siapa pemimpinnya dalam satu komunitas di pedesaan cenderung sama karena mereka memiliki kecenderungan untuk memperbandingkan diri mereka masing-masing dengan orang lain untuk menentikan apakah pandangan dan sikapnya terhadap siapa yang akan dipilihnya benar atau salah (Festinger, 1954). Dalam masyarakat desa berbeda pandangan dan sikap dengan lingkungannya akan anggap aneh dan tidak lazim dan bahkan mendapat resiko dikucilkan. Dalam banyak kasus, sikap terbentuk dari informasi sosial yang berasal dari orang lain, dan keinginan kita sendiri untuk menjadi serupa dengan orang yang kita sukai atau hormati.

Pertanyaannya adalah apakah setiap sikap kita akan menjelma menjadi perilaku kita ? Ternyata jawabnya tidak demikian. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang dikenal dengan budaya ketimuran, banyak dari sikap kita tidak menjelma menjadi perilaku kita. Seperti misalnya sikap marah kita pada pimpinan di kantor karena sistem yang kita anggap tidak adil, tidak selamanya kita apresiasikan dalam perilaku marah. Atau contoh yang paling dekat adalah sikap kita mencintai makanan berlemak dan berkoresterol tinggi tidak serta merta membuat kita membabi buta ketika berhadapan dengan makanan tersebut. Argumennya beragam mulai dari ketakutan kita mengidap penyakit diabetes, jantung maupun untuk menjaga agar tubuh kita tetap ideal dan tidak mengalami kegemukan.

Bagaimana kita suka / tidak suka terhadap sesuatu dan pada akhirnya menentukan perilaku
kita.

Sikap:
-  suka --> mendekat, mencari tahu, bergabung
-  tidak suka --> menghindar, menjauhi

Definisi:
1.  berorientasi kepada respon
  : sikap adalah suatu bentuk dari perasaan, yaitu perasaan mendukung atau memihak
(favourable) maupun perasaan tidak mendukung (Unfavourable) pada suatu objek
2.  berorientasi kepada kesiapan respon
  : sikap merupakan kesiapan untuk  bereaksi terhadap suatu objek dengan cara-cara
tertentu, apabila dihadapkan pada suatu stimulus yang menghendaki adanya respon.
  : suatu pola perilaku, tendenasi atau kesiapan antisipatif untuk menyesuaikan diri  dari
situasi sosial yang telah terkondisikan.
3.  berorientasi kepada skema triadik
  : sikap merupakan konstelasi komponen-komponen kognitif, afektif, dan konatif   yang
saling berinteraksi dalam memahami, merasakan, dan berperilaku terhadap suatu objek
di lingkungan sekitarnya.

Secara sederhana sikap didefinisikan :
Ekspresi sederhana dari bagaimana kita suka atau tidak suka terhadap beberapa hal

Komponen atau Struktur Sikap
Menurut Mar’at (1984): 
1.  Komponen kognisi yang berhubungan dengan belief (kepercayaan atau keyakinan), ide,
konsep 
  --> persepsi, stereotipe, opini yang dimiliki individu mengenai sesuatu
2.  Komponen Afeksi yang berhubungan dengan kehidupan emosional seseorang
  --> menyangkut perasaan individu terhadap objek sikap dan menyangkut masalah  emosi
3.  Komponen Kognisi yang merupakan kecenderungan bertingkah laku
  --> ”kecenderungan” : belum berperilaku

-  Interaksi antara komponen sikap: 
--> seharusnya membentuk pola sikap  yang seragam ketika  dihadapkan  pada obejk
sikap. 
--> Apabila salah satu komponen sikap tidak konsisten satu sama lain, maka akan terjadi
ketidakselarasan
--> akibat: terjadi perubahan sikap

Pembentukan Sikap
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap:
1.  Pengalaman pribadi
  --> Dasar pembentukan  sikap: pengalaman pribadi harus meninggalkan kesan  yang
 kuat
  --> Sikap mudah terbentuk jika melibatkan faktor emosional
2.  Kebudayaan
  --> Pembentukan sikap tergantung pada kebudayaan tempat individu tersebut
 dibesarkan
  --> Contoh pada sikap orang kota dan orang desa terhadap kebebasan dalam
 pergaulan
3.  Orang lain yang dianggap penting (Significant Otjhers) 
--> yaitu: orang-orang yang kita harapkan persetujuannya bagi setiap gerak tingkah laku
dan opini kita, orang yang tidak ingin dikecewakan, dan yang berarti khusus
--> Misalnya: orangtua, pacar, suami/isteri, teman dekat, guru, pemimpin 
--> Umumnya individu tersebut akan memiliki sikap  yang  searah (konformis) dengan
orang yang dianggap penting.
4.  Media massa 
--> Media massa berupa media cetak dan elektronik
 -->Dalam penyampaian pesan, media massa membawa pesan-pesan sugestif yang dapat
mempengaruhi opini kita 
-->Jika pesan sugestif yang disampaikan cukup kuat, maka akan memberi dasar afektif
dalam menilai sesuatu hal Æ hingga membentuk sikap tertentu
5.  Institusi / Lembaga Pendidikan dan Agama 
--> Institusi yang berfungsi meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri
individu
--> Pemahaman baik dan buruk, salah atau benar, yang menentukan sistem kepercayaan
seseorang 
--> hingga ikut berperan dalam menentukan sikap seseorang
6.  Faktor Emosional 
--> Suatu sikap yang dilandasi oleh emosi yang fungsinya sebagai semacam penyaluran
frustrasi atau pengalihan bentuk mekanisime pertahanan ego. 
--> Dapat bersifat sementara ataupun menetap (persisten/tahan lama) 
--> Contoh: Prasangka (sikap tidak toleran, tidak fair)

Sabtu, 09 Juli 2011

Attitude ?

membahas tentang attitude menurut kita attitude itu apa sih?
ini sekedar survei saya sendiri :)
hita says:attitude itu sebuah penggambaran karkter seseorang..jika attitude kita baik maka orang akan menilai kita baik pula.
rima says: attitude -> indonesians personality , meccas heart and germanys brain
didin says:attitude adalah sikap atau perilaku yang sudah ada dalam diri manusia sejak dilahirkan.
tika says:attitude adalah tata krama,tingkah laku bagaimana kita bersikap.

semua orang punya definisi sendiri mengenai Attitude..pada dasarnya attitude sudah tertanam sejak dini..tinggal bagaimana kita mengembangkannya..dalam kehidupan sehari-hari attitude sangat diperlukan agar terjadi interaksi yang baik antar individu,..:D ATTITUDE IS EVERYTINGS..sesuai dengan slogan SMK TELKOM,..saya sangat setuju dengan adanya slogan seperti itu karena tanpa sikap,tanpa perilaku dan tata krama yang baik seorang siswa tidak akan menjadi seseorang yang berhasil..:D